Peta wilayah, katalog UMKM, dan layanan aspirasi warga — semuanya terhubung dalam satu portal digital.
Nama Desa Bantarmara berasal dari gabungan kata "Bantar" (daratan yang menjorok ke sungai) dan "Mara" (nama pohon) karena wilayah tersebut dahulunya dipenuhi oleh pohon mara.
Secara administratif, desa ini terbentuk melalui pemekaran wilayah dari Desa Cimara pada tahun 1984, dan kemudian berpindah dari Kecamatan Cimalaka ke dalam wilayah Kecamatan Cisarua setelah adanya pemekaran kecamatan pada tahun 2004.
Hingga kini, masyarakatnya dikenal masih kuat memegang tradisi leluhur seperti pelestarian kesenian Goong Geude, serta telah dipimpin oleh tujuh orang kepala desa sejak awal pembentukannya.
"Terwujudnya Desa Bantarmara yang Membangun, Trasfaran, Objektif, Normatif dan Gotong Royong yang bersendikan 'SETUJUAN' (Sejahtera, Takwa, Unggul, Jujur, Akuntabel dan Aman)."
Misi Pertama: Mengelola lingkungan dan pemerintahan dengan baik berdasarkan skala prioritas agar program pemerintahan dapat berjalan dengan transparan, cepat, tepat, dan akurat.
Misi Kedua: Pemberdayaan Masyarakat Desa Bantarmara agar masyarakat lebih berdaya guna.
Misi Ketiga: Pembangunan sarana dan prasarana serta pemberdayaan lingkungan.
Scan QR Code: Buka aplikasi kamera atau pemindai QR di HP Anda, lalu arahkan ke gambar QR Code di samping.
Buka Tautan: Klik tautan (link) yang muncul di layar HP Anda untuk masuk ke halaman formulir kuisioner pelayanan.
Isi Formulir: Jawab setiap pertanyaan yang tersedia sesuai dengan pengalaman Anda saat menerima pelayanan dari perangkat desa.
Kirim & Selesai: Pastikan semua terisi, lalu klik kirim. Masukan Anda sangat berharga untuk perbaikan layanan kami!
Komoditas hasil bumi dan pertanian utama yang menjadi tulang punggung perekonomian serta ketahanan pangan desa.
Hasil panen padi pilihan dari lahan subur Desa Bantarmara yang menghasilkan beras pulen berkualitas tinggi.
Produksi jagung lokal segar dan bermutu tinggi yang dikelola langsung oleh para petani setempat.
Tanaman umbi-umbian talas khas pedesaan yang bernilai gizi dan ekonomis tinggi untuk olahan pangan.